PERAN AGAMA dalam MEMBANGUN
BUDAYA LOKAL
I.
Pendahuluan
Setiap orang memiliki kepercayaan
yang dianutnya masing-masing. Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam
kebudayaan. Pada dasarnya, Indonesia terbentuk dan dipengaruhi oleh beberapa
kebudayaan besar. Diantaranya kebudayaan India yang terbukti dengan adanya
masyarakat yang meganut agama hindu dan budha, serta kebudayaan Arab yang
terbukti dengan adanya agama Islam.
Sekarang yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana cara
Islam bisa masuk ke Indonesia? Lalu, bagaimana hubungan yang terjadi antara
agama Islam dengan budaya lokal? Untuk itulah saya membuat tulisan ini,
tujuannya adalah agar masyarakat di era sekarang memahami peranan-peranan agama
dalam membangun budaya lokal.
Tidak hanya itu, penulisan ini ditujukan agar
masyarakat lebih peduli terhadap perkembangan budaya dan bisa mengerti bahwa
agama sangat berperan didalamnya. Secara terperinci, tujuan penulisan ini
adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang
peranan agama dalam membangun budaya lokal dan untuk mengetahui lebih rinci
perkembangan budaya itu sendiri.
II. Pembahasan
Kata agama
berasal dari bahasa Sansekerta dari kata a berarti tidak
dan gama berarti kacau. Kedua kata itu jika dihubungkan
berarti sesuatu yang tidak kacau. Jadi fungsi agama dalam pengertian ini
memelihara integritas dari seorang atau sekelompok orang agar hubungannya
dengan Tuhan, sesamanya, dan alam sekitarnya tidak kacau. Ketidak
kacauan itu disebabkan oleh penerapan peraturan agama tentang moralitas,
nilai-nilai kehidupan yang perlu dipegang, dimaknai, dan diberlakukan.
Sedangkan
kebudayaan atau
budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya adalah
suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak
unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Jadi budaya diperoleh melalui
belajar. Tindakan-tindakan
yang dipelajari antara lain cara makan, minum, berpakaian, berbicara, bertani,
bertukang, berelasi dalam masyarakat adalah budaya. Tapi kebudayaan tidak
saja terdapat dalam soal teknis tapi dalam gagasan yang terdapat dalam fikiran
yang kemudian terwujud dalam seni, tatanan masyarakat, ethos kerja dan
pandangan hidup. Dan
awalnya, Islam masuk ke Indonesia bersama agama Hindu dan Budha. Islam
mengawali kedatangannya dengan memperkenalkan budaya bernegara pada masyarakat
di negeri ini. Selain melalui jalur tradisi, Islam pun diperkenalkan melalui
pendekatan budaya oleh para wali bukan dengan cara memaksa, misalnya dengan
memegang Al Quran di tangan kiri dan pedang di tangan kanan.
Contoh lain cara yang dilakukan lewat jalur tradisi
untuk mengenalkan ajaran tauhid adalah wayang. Dan dengan dilakukannya cara
tersebut, alhasil masyarakat dapat menerimanya dengan baik dan sangat merasa
aman dengan hadirnya agama Islam karena hadir tanpa mengancam tradisi, budaya,
dan posisi mereka.
III.
Kesimpulan
Agama merupakan ciptaan
Tuhan. Oleh karena itu, agama dijamin akan
kefitrahannya, kemurniannya, kebenarannya, kekekalannya, dan konstanta atau
tidak dapat dirubah oleh manusia sampai kapanpun. Sedangkan kebudayaan adalah
hasil cipta, karya, rasa, karsa, dan akal buah budi manusia untuk mencapai
kesempurnaan hidupnya. Dimana kebudayaan itu sendiri akan mengalami perubahan
sejalan dengan perkembangan jaman. Dengan demikian, meskipun agama dan budaya
saling berhubungan. Namun, pada prakteknya agama dan kebudayaan tidak dapat
disejajarkan.DAN TETAP LESTARIKAN BUDAYA INDONESIA!!! JUST DO IT!
Referensi
http://www.poztmo.com
diunduh tanggal 4 APRIL 2014
http://fiqavanz.blogspot.com/2011/09/pengaruh-kebudayaan-terhadap-agama.html
diunduh pada tanggal 31 Maret 2014
Nama : IHSAN
INMAS SETYAMA
NPM :
14113220
Kelas :
1KA08
Tidak ada komentar:
Posting Komentar