Jumat, 04 April 2014

Kebudayaan dan Masalah Makna Hidup


Kebudayaan dan Masalah Makna Hidup

1.     Pendahuluan

      Setiap Bermasyarakat manusia tidak akan terlepas dengan kebudayaan. Karena kebudayaan berasal dari pemikiran, ide, serta gagasan dari manusia. Sehingga manusialah yang menciptakan kebudayaan dan menerapkan kebudayaan itu sendiri. Di setiap kehidupan manusia tentunya memiliki sebuah masalah. Pada setiap masalah yang dialami manusia memiliki makna kehidupan yang berbeda-beda.
       Dengan demikian, apakah arti dari sebuah kebudayaan? dan juga apa yang dimaksud dengan makna hidup?. Oleh karena itu saya akan membahas lebih rinci tentang kebudayaan dan juga makna hidup.
       Setelah kita mengetahui lebih banyak tentang kebudayaan dan makna hidup, diharapkan dapat  lebih paham. Serta dapat menerapkan  kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Dan juga menjaga kebudayaan agar lebih merawat dan menjaga kebudayaan yang sudah ada.

2.  Pembahasan

      Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing, Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa “Si pungguk merindukan bulan” Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan. Harapan berasal dan kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk: sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu :
• keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
• pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Masalah sudah menjadi bagian dari hidup, kita tidak akan bisa menjauh atau kabur darinya, semakin kita kabur artinya kita menunda untuk menyelesaikannya. Masalah menjadi hal yang bisa membuat seseorang itu kuat atau sebaliknya lemah dan terjatuh. Semua itu tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Setiap masalah yang datang ke dalam kehidupan kita membawa kekuatan sendiri yang akan memperkuat diri kita dari waktu ke waktu.

Teman kerja, suami, istri, keluarga atau orang yang tidak kenal memberi kita masalah? Berterima kasihlah kepada mereka karena mereka telah menyuntikkan kekuatan ke dalam diri kita melalui masalah itu. Yang kita butuhkan saat menerima masalah itu adalah keyakinan bahwa kita bisa menghadapinya dan kita mampu mengambil hikmanya. Semakin sering mereka memberikan kita masalah, sesungguhnya mereka telah melemahkan diri mereka sendiri.

Hidup adalah proses bertumbuh kita dari setiap masalah yang menghampiri.

Jangan membuat hidup terasa sulit hanya karena kita tidak dapat menyambut masalah dalam kehidupan dengan optimisme. Di saat masalah demi masalah menghampiri, di situ saatnya kita lebih menyayangi diri kita dengan cara mengatakan hal-hal yang membuat diri kita lebih yakin akan kemampuan kita untuk menyelesaikan dan menjadikannya kekuatan.

Jadi masalah akan benar-benar menjadi masalah saat kita menghindarinya dan tidak berusaha menyelesaikannya karena kita akan membiarkannya tumbuh dan berkembang mengundang masalah-masalah lain ke dalam kehidupan kita. Masalah bisa menghabiskan seluruh hidup kita dengan cara begini.

Hidup tidak akan memberikan kita apa-apa jika kita tidak pernah melakukan apa-apa.

Sebenarnya hidup itu sangat sederhana, tak pernah se-complicated yang kita gambarkan saat dia berdampingan dengan masalah dan kita bisa menyikapinya dengan bijaksana. Saya menitikkan air mata saat menulis artikel ini, saya sedang merenungi kehidupan saya yang sebenarnya sudah saya skenariokan dengan sangat indah akan tetapi saya sadar bahwasannya dalam sandiwara kehidupan ini isinya bukanlah orang-orang yang bisa saya kendalikan. Ada beberapa orang yang mengerti atau pun mencoba mengerti saya, ada yang mencoba memiliki semua nya sehingga tak menyisakan untuk saya atau yang lainnya.

Kita harus mengerti bahwasannya memang ada beberapa orang yang datang ke dalam hidup kita dan saya percaya itu dikirim oleh Tuhan untuk memberikan kita masalah, mengacaukan segalanya akan tetapi maksud Tuhan mengirimkannya bukanlah untuk membuat kita menderita melainkan menjadikan kita manusia yang lebih kuat, lebih baik dan tentu saja agar kita belajar menjadi lebih bijaksana.


3.   Kesimpulan

      Dengan meningkatnya kebudayaan sing saat ini kita perlu cemas untuk menanggapinya karena kebudayaan kita semakin tersampingkan. Dalam hal itu kita juga harus berhati-hati agar masalah makna hidup kita juga tidak ikut tercampur dalam kebudayaan yang semakin meningkat. Apalagi masyarakat saat ini terlalu mengikuti kebudayaan yang saat ini mengkiblatkan budaya asing di banding budaya kita, sebaiknya tidak usah atau terlalu mengikuti kebudayaan asing saat ini agar masalah hidup kita baik-baik saja atau tentram. DAN TETAP LESTARIKAN BUDAYA INDONESIA!! JUST DO IT!




Referensi
http://kuliah.dinus.ac.id/edi-nur/mbbi/bab3.html diunduh pada tanggal 4 April 2014


Nama  : IHSAN INMAS SETYAMA
NPM   : 14113220
Kelas   : 1KA08


MENUMBUHKAN BUDAYA LOKAL dalam PERGURUAN TINGGI


MENUMBUHKAN BUDAYA LOKAL dalam
PERGURUAN TINGGI

I.     Pendahuluan
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah Negara yang kaya akan budaya. budaya-budaya yang telah kita dimiliki indonesia tersebut merupakan budaya lokal yang harus tetap dilestarikan. Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah apa yang dimaksud dengan budaya?. Apa yang menyebabkan kebudayaan lokal mulai kurang dinikmati oleh para pelajar.  Dan bagaimana cara agar menumbuhkan menyukai budaya lokal dinikmati kembali oleh masyarakat Indonesia?.
Setelah kita mengetahui jawaban dari pertanyaan yang ada diharapkan masyarakat Indonesia dapat mengetahui dan menerapkan kembali kebudayaan yang ada. Khususnya, kalangan pelajar yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Agar kebudayaan tidak terkikis oleh zaman yang terus maju.

II.  Pembahasan

Budaya lokal merupakan budaya asli yang dimiliki oleh masyarakat tertentu,dan menjadi ciri khas dari budaya masyarakat lokal. Budaya lokal diindonesia memanglah banyak ,bisa kita lihat Indonesia mempunyai berbagai suku lain dipenjuru dunia. Budaya merupakan suatu kebiasaan yang mengandung nilai-nilai yang diturunkan kepada setiap generasi kegenerasi agar dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi berikutnya. Dapat diartikan bahwa budaya Indonesia merupakan suatu kesatuan yang berasal dari setiap daerah yang berada pada wilayah NKRI. Kebiasaan tersebut mengandung nilai-nilai luhur yang mencerminkan identitas daerahnya masing-masing.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin berkembang, kebudayaan dari luar pun ikut masuk ke Indonesia. Style atau gaya yang ikut masuk sangat mempengaruhi kaum muda yang ada. Mulai dari cara berpakaian, berbicara, aliran musik, dan juga tingkah lakunya sudah mengikuti budaya luar. Tak heran sekarang ini budaya Indonesia hampir tidak ada yang mengetahuinya terutama anak-anak muda. Mereka mulai meninggalkan budaya bangsa dan lebih memilih budaya luar, dengan beralasan karena budaya Indonesia itu  kurang menarik. Bagi, kaum muda yang mmemiliki pemikiran yang tidak stabil kebudayaan Indonesia dirasa masih tertinggal dari kata moderen. Hal inilah yang menyebabkan kaum muda lebih memilih kebudayaan luar. Dengan adanya pemikiran yang seperti itu, maka budaya Indonesia tidak akan berkembang tanpa adanya peran serta dari kaum muda. Pentingnya anak-anak muda zaman sekarang mengenal budayanya sendiri dapat menjadikan Indonesia menjadi negara luhur yang masih mempertahankan kebudayaan aslinya.
Oleh karena itu, kita harus mengetahui cara agar budaya lokal agar dapat mengembalikan rasa cinta terhadap budaya lokal. Cara menumbuhkan budaya lokal tidaklah sulit. Para kaum muda dapat menerima pelajaran muatan lokal (kesenian) berbasis pelestarian seni budaya setempat.  Didalam pelajaran kesenian kaum muda dapat di kenalkan dengan budaya-budaya dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Pentingnya budaya lokal (budaya Indonesia) terhadap kaum muda bertujuan untuk membentuk karakter kaum muda Indonesia.

III.    Kesimpulan

Walaupun di Indonesia terdapat banyak sekali keanekaragaman budaya, tidak meminilisir kemungkinan masuknya budaya asing ke Indonesia. Tidak dipungkiri banyak sekali dampak dari era globalisasi. Tidak hanya teknologi yang semakin meningkat, kebudayaan pun terkena dampak dari globalisasi tersebut. Indonesia memang memiliki banyak kebudayaan yang ada. Akan tetapi, kaum muda yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa ini kurang melirik kebudayaan asal negaranya sendiri. Mereka lebih menikmati kebudayaan yang berasal dari luar. sebaiknya kita masyarakat atau mahasiswa penerus bangsa sebaiknya kita meningkatkan budaya kita ini dengan mengikuti kegiatan tentang budaya yang ada disekitar kita.

Referensi:



Nama  : IHSAN INMAS SETYAMA
NPM   : 14113220
Kelas   : 1KA08

PERAN AGAMA dalam MEMBANGUN BUDAYA LOKAL



PERAN AGAMA dalam MEMBANGUN
BUDAYA LOKAL

I.     Pendahuluan

       Setiap orang memiliki kepercayaan yang dianutnya masing-masing. Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam kebudayaan. Pada dasarnya, Indonesia terbentuk dan dipengaruhi oleh beberapa kebudayaan besar. Diantaranya kebudayaan India yang terbukti dengan adanya masyarakat yang meganut agama hindu dan budha, serta kebudayaan Arab yang terbukti dengan adanya agama Islam.      
Sekarang yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana cara Islam bisa masuk ke Indonesia? Lalu, bagaimana hubungan yang terjadi antara agama Islam dengan budaya lokal? Untuk itulah saya membuat tulisan ini, tujuannya adalah agar masyarakat di era sekarang memahami peranan-peranan agama dalam membangun budaya lokal.

Tidak hanya itu, penulisan ini ditujukan agar masyarakat lebih peduli terhadap perkembangan budaya dan bisa mengerti bahwa agama sangat berperan didalamnya. Secara terperinci, tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang peranan agama dalam membangun budaya lokal dan untuk mengetahui lebih rinci perkembangan budaya itu sendiri.


II.  Pembahasan
       Kata agama berasal dari bahasa Sansekerta dari kata berarti tidak dan gama berarti kacau. Kedua kata itu jika dihubungkan berarti sesuatu yang tidak kacau. Jadi fungsi agama dalam pengertian ini memelihara integritas dari seorang atau sekelompok orang agar hubungannya dengan Tuhan, sesamanya, dan alam sekitarnya tidak kacau.  Ketidak kacauan itu disebabkan oleh penerapan peraturan agama tentang moralitas, nilai-nilai kehidupan yang perlu dipegang, dimaknai, dan diberlakukan.

Sedangkan kebudayaan atau budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Jadi budaya diperoleh melalui belajar. Tindakan-tindakan yang dipelajari antara lain cara makan, minum, berpakaian, berbicara, bertani, bertukang, berelasi dalam masyarakat  adalah budaya. Tapi kebudayaan tidak saja terdapat dalam soal teknis tapi dalam gagasan yang terdapat dalam fikiran yang kemudian terwujud dalam seni, tatanan masyarakat, ethos kerja dan pandangan hidup. Dan awalnya, Islam masuk ke Indonesia bersama agama Hindu dan Budha. Islam mengawali kedatangannya dengan memperkenalkan budaya bernegara pada masyarakat di negeri ini. Selain melalui jalur tradisi, Islam pun diperkenalkan melalui pendekatan budaya oleh para wali bukan dengan cara memaksa, misalnya dengan memegang Al Quran di tangan kiri dan pedang di tangan kanan.
Contoh lain cara yang dilakukan lewat jalur tradisi untuk mengenalkan ajaran tauhid adalah wayang. Dan dengan dilakukannya cara tersebut, alhasil masyarakat dapat menerimanya dengan baik dan sangat merasa aman dengan hadirnya agama Islam karena hadir tanpa mengancam tradisi, budaya, dan posisi mereka.


III.   Kesimpulan
     Agama merupakan ciptaan Tuhan. Oleh karena itu, agama dijamin akan kefitrahannya, kemurniannya, kebenarannya, kekekalannya, dan konstanta atau tidak dapat dirubah oleh manusia sampai kapanpun. Sedangkan kebudayaan adalah hasil cipta, karya, rasa, karsa, dan akal buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidupnya. Dimana kebudayaan itu sendiri akan mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan jaman. Dengan demikian, meskipun agama dan budaya saling berhubungan. Namun, pada prakteknya agama dan kebudayaan tidak dapat disejajarkan.DAN TETAP LESTARIKAN BUDAYA INDONESIA!!! JUST DO IT!

                                                              Referensi

http://www.poztmo.com diunduh tanggal 4 APRIL 2014

Nama  : IHSAN INMAS SETYAMA
NPM   : 14113220
Kelas   : 1KA08